7 Tips Jitu Memulai Usaha Toko Kelontong

7-Tips-Jitu-Memulai-Usaha-Toko-Kelontong

Usaha toko kelontong identik dengan harga barang yang lebih murah, warung non AC (pendingin udara), lantai kotor, pembukuan dengan sistem manual, tidak diterima

Usaha toko kelontong identik dengan harga barang yang lebih murah, warung non AC (pendingin udara), lantai kotor, pembukuan dengan sistem manual, tidak menerima pembayaran non tunai, dan kadang masih bisa diutangin. Ingin tahu gimana toko kelontong bisa menerima pembayaran non tunai dan pembukuan usaha dikerjakan secara modern? Ini dia 7 tips jitu memulai usaha toko kelontong yang tak kalah keren sistemnya dengan toko swalayan.

Perkembangan teknologi digital telah membuat kita melakukan digitalisasi di segala bidang. Tak terkecuali, digitalisasi juga berlangsung dalam bidang usaha toko kelontong. Kini tak asing lagi melihat alat scanner barcode digunakan untuk melakukan transaksi penjualan di toko kelontong. Tablet, PC, dan aplikasi program kasir, misalnya, kini mulai menggantikan cara-cara manual yang biasanya cuma mengandalkan peralatan berupa kalkulator dan mesin cash register, dalam perdagangan di toko atau warung kelontong.

Jika Anda ingin memulai usaha toko kelontong, lupakan cara-cara manual yang boros waktu, tenaga, dan pikiran. Gunakan cara-cara baru yang berbasis pada teknologi digital, agar usaha toko kelontong Anda lebih cepat berkembang.

Apa saja yang harus diperhatikan saat memulai usaha toko kelontong, berikut adalah 7 tips jitu yang dapat diterapkan dalam memulai usaha toko kelontong.

1. Lokasi Usaha Toko Kelontong yang Strategis

Lokasi merupakan faktor paling penting untuk sukses memulai toko kelontong. Pilihlah lokasi yang strategis. Beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi yang strategis, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Lokasi yang mudah terlihat orang banyak, seperti di pinggir jalan boulevard atau jalan utama di komplek perumahan.
  • Di dalam area permukiman padat penduduk.
  • Lokasi yang sering dikunjungi banyak orang, seperti pasar, dekat bangunan tempat ibadah, dan gedung sekolah.
  • Lokasi yang memiliki lahan parkir, dimana konsumen yang membawa kendaraan bermotor akan merasa aman dalam memarkir kendaraannya.
  • Lokasi yang bebas banjir. Musim hujan kerap menimbulkan banjir yang dapat merusak stok barang dalam usaha toko kelontong Anda. Jadi cek terlebih dahulu, apakah toko kelontong Anda berada di area bebas banjir atau tidak.
  • Berjarak cukup jauh dengan toko swalayan atau minimarket.
Jika beberapa poin di atas terpenuhi, maka jangan ragu untuk memulai usaha toko kelontong Anda.

2. Inovasi Teknologi Digital

Waktu yang tercurah dalam mengelola usaha toko kelontong kini bisa dipangkas dengan mengaplikasi teknologi digital. Berbagai inovasi yang dikembangkan oleh para ahli teknologi digital, dapat dimanfaatkan untuk mengelola usaha apapun, termasuk usaha toko kelontong.

Pilihan satu aplikasi untuk semua kegiatan usaha toko kelontong merupakan langkah cerdas. Anda tak perlu menggunakan bermacam-macam aplikasi hingga membuat Anda kerepotan sendiri. Cukup gunakan satu aplikasi yang memiliki fitur lengkap.

Fitur-fitur aplikasi kelola usaha toko kelontong dapat membantu Anda untuk:

  • Mencatat stok barang keluar-masuk secara akurat dan cepat.
  • Membantu kasir dalam menyelesaikan transaksi di toko melalui program kasir yang terintegrasi, mencetak struk belanja, melayani transaksi non tunai (cashless).
  • Mengevaluasi produk yang banyak dibeli konsumen.
  • Memiliki data pelanggan, sehingga anda dapat mengetahui dan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang loyal di toko kelentong Anda.
  • Memantau dari jarak jauh perkembangan usaha, dapat melihat secara real time transaksi usaha toko kelontong.

3. Survei Kebutuhan Konsumen

Perputaran barang sangat penting dalam usaha toko kelontong. Barang yang terlalu lama tersimpan di gudang stok penyimpanan barang bisa saja rusak sehingga pembeli enggan membelinya. Agar tidak terjadi demikian, maka sebelum menyetok barang berlebihan adalah penting untuk mengetahui apa saja barang yang dibutuhkan oleh konsumen Anda.

Hal itu dapat dilakukan melalui survei kebutuhan konsumen. Anda bisa melihat barang-barang yang ada di toko-toko dan warung di sekitar usaha toko kelontong Anda, mana yang cepat habis dan mana yang bertumpuk lama di toko. Dalam survei ini juga dapat dicari tahu siapa pesaing dari usaha toko kelontong anda. Selain itu dalam survei kebutuhan konsumen juga dapat diketahui bagaimana para pesaing menetapkan harga jual sembako dan barang-barang lainnya yang banyak diminati konsumen.

4. Modal Usaha

Usaha toko kelontong jelas membutuhkan modal usaha. Karena barang-barang yang Anda pasarkan biasanya harus dibeli secara tunai dari agen penjualnya. Kecuali Anda membeli dalam partai besar, mungkin ada keringanan dalam cara pembayarannya. Oleh karena itu, cermatlah dalam mengelola modal usaha yang ada.

Di awal memulai usaha, jangan sampai Anda terbebani oleh bunga pinjaman dana dari bank. Apalagi perputaran barang, jumlah pelanggan, masih belum jelas. Jadi sumber permodalan dalam memulai usaha toko kelontong sebaiknya berasal dari dana tabungan sendiri.

5. Mencari Agen Penjual Barang yang Murah

Menjamurnya usaha toko kelontong, mini market, toko swalayan, membuat persaingan menjadi semakin ketat. Sehingga kualitas barang dan harga jual harus benar-benar diperhatikan oleh pelaku usaha ini. Untuk dapat memberikan harga jual yang terbaik dari setiap item barang yang dijual, maka Anda harus pintar mencari penyedia barang bahan baku yang paling murah. Tanpa mendapat harga beli yang murah maka usaha toko sembako Anda akan sulit untuk bersaing memberikan harga terbaik.

6. Mengatur Barang yang Menarik Pengunjung Toko

Konsumen datang ke toko terkadang karena terpikat barang-barang yang terpajang di depan toko. Oleh karena itu penataan barang di dalam memulai usaha toko kelontong janganlah diabaikan. Mungkin anda bisa amati dan tiru bagaimana penataan barang atau display barang pada minimarket atau toko swalayan yang modern.

Penataan letak barang berdasarkan kategori fungsinya akan memudahkan pengunjung menemukan barang yang dicarinya. Misalnya, kategori deterjen, sabun mandi, jangan dicampur dengan barang-barang dalam kategori makanan.

Pencantuman harga barang-barang tertentu menggunakan huruf besar, sehingga mudah terlihat orang, juga akan menarik perhatian pengunjung datang ke toko Anda.

Tak kalah pentingnya adalah jangan menjual barang yang sudah lewat tanggal kadaluarsanya, karena hal ini dapat membuat konsumen pergi dan tak akan kembali ke toko Anda.

7. Memberikan Pelayanan yang Baik

Mendapatkan pelayanan yang ramah dan tulus merupakan salah satu alasan konsumen datang kembali ke toko kelontong. Keramahan dalam pelayanan ini merupakan salah satu faktor kesuksesan dalam memulai toko kelontong.

Butuh Modal untuk Toko Kelontong? Amartha Solusinya

Dahulu untuk meminjam sejumlah uang, kita harus bertatap muka langsung atau datang ke bank untuk mengurus pengajuan. Sekarang semua sudah berubah! Sekarang, semua bisa dilakukan melalui gawai, yakni melalui peer to peer lending (P2P), platform pinjam-meminjam uang secara online. Salah satu yang menyediakan jasa ini adalah Amartha.

Amartha adalah salah satu perusahaan fintech atau teknologi finansial P2P di Indonesia. Perusahaan investasi crowdfunding Indonesia ini menyediakan situs web yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro dan kecil di pedesaan. Lewat perusahaan ini, pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal kerja untuk tumbuh akan terhubung dengan pendana yang mencari alternatif pendanaan yang lebih menguntungkan dibanding instrumen pendanaan konvensional.

Demikianlah 7 tips jitu memulai usaha toko kelontong yang dapat Anda pergunakan. Dan jangan lupa, perlu sistem pembukuan yang baik dalam mengelola usaha toko kelontong. Pembukuan transaksi penjualan barang setiap hari, jumlah stok barang, harga beli barang, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan usaha toko kelontong dapat Anda lakukan secara digital menggunakan aplikasi usaha.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Tips Jitu Memulai Usaha Toko Kelontong"

Posting Komentar